Contoh Proposal usaha

BAGIAN I PENDAHULUAN

A.        Nama dan alamat Perusahaan

Nama Perusahaan       : ABQON ROBETH INDONESIA
Alamat perusahaan     : Jl. KRT. Mertowijoyo Ds. Sukolilan Patebon Kendal
Email                           : abqon_robeth@yahoo.com
Telp./sms/WA             : 081904613160
FB                               : Abqon Robeth Indonesia
Twitter                        : @abqon_robeth
Instagram                    : abqon_robeth_indonesia

B.        Nama dan alamat penanggung jawab usaha

            Nama Penanggung jawab       : Abdul Qonik
            Alamat Penanggung jawan     : Ds. Sukolilan RT. 05 RW. 02 Kec. Patebon Kendal
                                                              Kode Pos 51351

C.        Informasi tentang bisnis yang dilaksanakan sebuah proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Dia merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi.
Banyak buku, koran, brosur, flyer dan majalah sekarang ini biasanya dicetak menggunakan teknik percetakan offset. Image yang akan dicetak di print di atas film lalu di transfer ke plat cetak. Warna-warna bisa didapatkan dengan menimpakan beberapa pola warna dari setiap pelat offset sekaligus.
Teknik percetakan umum lainnya termasuk cetak relief, sablon, rotogravure, dan percetakan berbasis digital seperti pita jarum, inkjet, dan laser.
Dikenal pula teknik cetak poly untuk pemberian kesan emas dan perak ke atas permukaan dan cetak emboss untuk memberikan kesan menonjol kepada kertas.

BAGIAN II URAIAN TENTANG ASPEK USAHA

A. Uraian umum usaha

Percetakan adalah sebuah proses industri untuk memproduksikan massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Dia merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan, promosi dan transaksi.
Banyak buku dan koran sekarang ini biasanya dicetak menggunakan teknik percetakan offset. Biasanya desain/gambar  yang akan dicetak terlebih dahulu dilukiskan ke atas plate/master offset dengan bantuan printer laser kemudian plate ini akan diolah mesin cetak menjadi pola penintaan yang akan ditimpakan ke atas kertas/bahan lainnya. Warna-warna bisa didapatkan dengan menimpakan beberapa pola warna dari setiap plate/master  offset  sekaligus.

Teknik percetakan umum lainnya termasuk cetak relief, sablon, rotogravure, dan percetakan berbasis digital seperti pita jarum, inkjet, dan laser. Percetakan murah atau mahal tergantung proses pengerjaannya.

Dikenal pula teknik cetak poly untuk pemberian kesan emas dan perak ke atas permukaan dan cetak emboss untuk memberikan kesan menonjol kepada kertas.

B. Latar belakang Industri
Pada tahap awal berdirinya suatu perusahaan, selain dibutuhkan tersedianya sumber daya atau faktor-faktor produksi juga diperlukan adanya jiwa kewirausahaan yang tangguh dari pengelolanya. Kewirausahaan atau dulu juga disebut kewiraswastaan merupakan suatu profesi yang timbul karena interaksi antara ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal dengan seni yang hanya dapat diperoleh dari suatu rangkaian kerja yang diberikan dalam praktik. Oleh karena itu, seorang wirausaha melakukan kegiatan mengorganisasikan berbagai faktor produksi, sehingga menjadi suatu kegiatan ekonomi yang menghasilkan profit yang merupakan balas jasa atas kesediaannya mengambil risiko.
          Kewirausahaan merupakan suatu profesi yang timbul karena interaksi antara ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal dengan seni yang hanya dapat diperoleh dari suatu rangkaian kerja yang didapat dalam praktik. Oleh karena itu, seorang wirausaha melakukan kegiatan mengorganisasikan berbagai faktor produksi sehingga menjadi suatu kegiatan ekonomi yang menghasilkan keuntungan yang merupakan balas jasa atas kesediaannya mengambil risiko.


Bisnis merupakan aktivitas yang selalu ada di sekitar kita dan dikenal oleh kaum muda hingga kaum tua. Pada era globalisasi saat ini, masyarakat Indonesia khususnya para mahasiswa masih bingung dengan manfaat dan tujuan dari bisnis tersebut. Bangsa Indonesia, merupakan bangsa yang memiliki kekayaan alam yang melimpah jika kita tidak pandai mengatur itu semua, maka bangsa kita akan jatuh ke dalam keterpurukan dalam hal perekonomian, kemiskinan dan menjadikan negeri kita gagal atau miskin. Pasti sebagai rakyat Indonesia kita tidak  mau jika hal tersebut terjadi di negara yang kita cintai.
Dilihat dari pertumbuhan ekonomi kita saat ini, jumlah pengangguran di Indonesia menduduki angka yang sangat fantastis. Namun, pemerintah belum bisa mengatasi problema tersebut. Jika adanya pasar kerja yang dibuka, masyarakat berbondong-bondong untuk menjadi pegawai negeri yang di impikan tetapi pekerjaan kita tidak hanya pegawai negeri saja. Masih banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan pewirausaha atau pengusaha.
      Maka dari itu, penulis ingin membahas makalah ini yang berjudul “Bisnis Percetakan” yang menjadi salah satu topik pembahasan penulis. Penulis berusaha untuk menyusun makalah ini semenarik mungkin agar para masyarakat khususnya mahasiswa dapat menyukai makalah ini. Sehingga, mahasiswa dapat mengenal dan mengerti bahkan mampu memahami serta menambah wawasan dalam dunia bisnis.  

C. Sejarah dan Latar belakang perusahaan
Percetakan mempunyai catatan sejarahnya sendiri. Sejarah menuliskan informasi tanggal dari gambar dinding gua yang berumur lebih dari 30.000 tahun. Pada tahun 2500 B.C., orang Mesir mengukir hieroglyphics pada batu. Akan tetapi, percetakan yang kita ketahui sekarang tidak ditemukan hingga lebih dari sekitar 500 tahun yang lalu.
Orang China membuat banyak penemuan. Mereka menemukan kertas pada abad pertama dan moveable type yang terbuat dari tanah liat sekitar abad ke-11. Orang Korea pertama kali membuat moveable type dari perunggu pada pertengahan abad ke-13. Akan tetapi, tidak diketahui adanya hubungan antara penemuan awal orang Asia dan penemuan percetakan di Eropa pada abad ke-15.
Di Eropa, sebelum percetakan ditemukan, semua informasi yang tercatat ditulis dengan tangan. Buku-buku dengan hati-hati disalin oleh ahli tulis (scribes) yang sering menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan satu jilid buku. Metode ini begitu lambat dan mahal dan hanya sedikit orang yang memilik kesempatan atau kemampuan untuk membaca karya yang telah selesai.
Kemungkinan besar percetakan pertama kali ditemukan untuk mempermudah penduplikasian Injil. Jika sebelumnya ditulis dengan tangan di ruang scriptoria, maka sejak zaman renaisans manusia mulai berpikir untuk mempercepat proses ini lewat produksi massal.
Teknik cetak pertama kali yang dikenal dimulai dari Kota Mainz, Jerman pada tahun 1440 yang merupakan sentra kerajinan uang logam saat itu. Pertama kali metode cetak diperkenalkan oleh Johannes Gutenberg dengan inspirasi uang logam yang digesekkan dengan arang ke atas kertas.
Relief uang logam menimbulkan ide untuk membuat permukaan dengan tinggi bervariasi. Hal ini dikenal dengan nama cetak tinggi.

D. Tujuan atau potensi dan pembagian waktu
Tujuan saya mendirikan usaha percetakan ini adalah untuk membantu serta memudahkan orang-orang yang mempunyai hobby menulis dan berkeinginan menerbitkan sebuah buku. Disisi lain, saya juga ingin memberdayakan pemuda-pemuda di sekitar saya. Agar mereka mampu bersekolah atau kuliah dengan biasa sendiri. Yaitu biasa yang dimaksud adalah uang dari royaliti buku yang mereka terbitkan. Tidak hanya itu, saya juga bermaksud untuk menyebarkan "semangat menulis dan membaca" untuk pemuda-pemudi disekitar Turen ini.
Karena saya percaya, orang hebat adalah orang yang pandai mencari ilmu (dengan membaca" dan pandai pula mengamalkannya atau membagikannya kepada orang lain (dengan menulis).

E. Keunikan produk dan pelayanan.
Keunikan produk yang kami miliki dari segi pelayanannya. Biasanya kita melihat pengusaha Pencetakan sablon  mengangap Harga yang dinomor satukan, tetapi untuk  usaha kami ini pelayanan dan kwalitas produk adalah nomor satu. dan kami membuat kaos dengan design custom (desain tersendiri yang eksklusif). Sehingga para pelanggan bisa membuat design yang mereka inginkan.

BAGIAN III Analisis Industri

A. Penelitian dan analisis
     1. Target pasar dan konsumen
Setelah saya melakukan observasi di wilayah Kendal dan sekitarnya, saya mendapatkan hasil bahwa ternyata penetapan harga percetakan di usaha yang saya dirikan ini tidaklah terlalu mahal. Atau dalam kata lain tarif penerbitan dapat dijangkau oleh masyarakat Kendal dan sekitarnya. Melihat kenyataan seperti di atas, maka untuk kedepannya saya ingin membuka cabang di wilayah lainnya.
Khususnya di wilayah pelosok yang ada di Indonesia, Kendal pada khususnya. Adapun target saya adalah untuk memudahkan masyarakat pelosok untuk memudahkan berusaha, serta membantu mereka meringankan biaya percetakan.

     2. Ukuran dan trend pasar
Peluang Usaha Percetakan yang menjanjikan. Butuh modal kecil dan untungnya menjanjikan. Lokasi di mana anda bisa menemukan order untuk bisnis percetakan
Banyak sekali peluang di sekitar kita. Anda tinggal jeli dan mengubahnya menjadi pundi pundi uang. Alat yang anda butuhkan adalah mesin percetakan, jiwa bisnis yang tangguh dan segudang keuletan.

     3. Situasi persaingan
Kondisi persaingan dibidang percetakan  yang ada di Kendal ini belumlah terasa. Karena mengingat di wilayah ini belum ditemui usaha khusus percetakan. Jadi dengan itu saya sangat yakin usaha yang yang bernama "Abqon Robeth Indonesia" ini akan menguasai pasar, khususnya di wilayah Kendal yang sangat dominan dengan banyaknya sekolah-sekolah.
4. Kalkulasi/perkiraan bagian pasar


B. Rencana Pemasaran
     1. Strategi Pasar
     2. Masalah Penetapan Harga
  3. periklanan dan Promosi
BAGIAN IV Penelitian, Modal dan pengembangan
A. Pengembangan dan rencana desain
B. Hasil-hasil penelitian teknologi
C. Kebutuhan asisten penelitian
D. Struktur biaya
BAGIAN V Aspek Pabrik
A. Pengembangan dan rencana desain
B. Hasil-hasil penelitian teknologi
C. Kebutuhan asisten penelitian
D. Struktur biaya
BAGIAN VI  ASPEK MANAJEMEN
A. Tim Manajemen
B. Struktur legal/Hukum (Perejanjian tenaga kerja, dan kepemilikan
C. Susumam direktur, penasihat, dan knsultan
BAGIAN VII ASPEK RESIKO
A. Masalah masalah yang potrensial
B. Risiko dan Hambatan
Tindakan Alternatif
BAGIAN VIII ASPEK FINANSIAL
A. Perkiraan Finansial
     1. Keuntungan dan kerugian
     2. Arus Kas
     3. Analisis Break Even Point (Titik Pulang pokok/ Titik Impas)
     4. Biaya
B. Sumber Penggunaan dana
     1. Rencana Anggaran
     2. Pengangggaran Finansial
BAGIAN IX ASPEK JADWAL PEMBAGIAN WAKTU
A. Penentuan Waktu dan tujuan usaha
B. Batas Waktu
C. Hubungan peristiwa peristiwa
BAGIAN X LAMPIRAN
A. Surat surat
B. Dasar Penelitian pasar
C. Surat-surat kontrak dan dokumen penjanjian lainnya
D. Daftar harga dari pemasok barang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DRAFT Penyusunan Proposal usaha

Simkomdig

Tentang Ushul fiqih